Flickr Images

Rabu, 01 November 2017

Turki Utsmani


DINASTI TURKI USTMANI

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah             : Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu     : Ely Mufidah, M.S.I












oleh:
Kelompok 8
1. Lina Nur Fiqriyana                     (2317001)
2. Mukhammad Dayan Nola           (2317022)
3. Entin Dewi Aisyah                       (2317042)
4. Khilya Fudlah                              (2317043)

Kelas PGMI A
JURUSAN PGMI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PEKALONGAN
2017



            Alhamdullilah, puji syukur kehadirat Allah swt. atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul“Dinasti Turki Ustmani” ini dapat diselesaikan. Salawat dan salam senantiasa tercurah kepada sebaik-baik manusia, Nabi Muhammad saw., keluarganya, dan sahabatnya. Makalah ini menjelaskan tentang Sejarah Dinasti Turki Ustmani, khalifah , kemajuan, dan kemunduran Dinasti Turki Utsmani.
            Makalah ini tentu tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima saran dan kritik konstruktif dari pembaca guna penyempurnaan penulisan makalah ini. Akhirnya, semoga makalah ini menambah khasanah keilmuan dan bermanfaat bagi mahasiswa. Amin yaa robbal ‘alamin.

                                                                                  Pekalongan,20 september 2017


Penulis












DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR................................................................................      i
DAFTAR ISI..............................................................................................      ii

BABI       PENDAHULUAN......................................................................      1
A.    Latar Belakang Masalah........................................................      1
B.     Rumusan Masalah.................................................................      2
C.     Metode Pemecahan Masalah.................................................      2
D.    Sitematika Penulisan Makalah..............................................      2

BAB II    PEMBAHASAN........................................................................      3
A.    Sejarah berdirinya Turki Usmani..........................................      3
B.     Para Khalifah Turki Ustmani................................................      5
C.     Masa Kemajuan Turki Ustmani............................................      10
D.    Masa Kemunduran Turki Ustmani........................................      13

BABIII    PENUTUP..................................................................................      15
A.    Simpulan................................................................................      15
B.     Saran-saran............................................................................      16

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................      16



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Sejak kemunduran dan berakhirnya era Abbasiyah, keadaan politik umat Islam mengalami kemajuan kembali oleh tiga kerajaan besar: Turki Usmani di Turki, Mughal di India, dan Safawi di Persia. Dari ketiganya, Turki Usmani adalah yang terbesar dan terlama, dikenal juga dengan imperium islam. Dengan wilayahnya yang luas membentang dari Afrika Utara, Jazirah Arab, Balkan hingga Asia Tengah, Turki Usmani menyimpan keberagaman bangsa, budaya dan agama, Turki usmani mampu berkuasa selama kurang lebih 6 abad berturut-turut. Tentunya hal ini membawa kesan tersendiri bahwa kerajaan Turki Usmani mampu membawa masyarakat islam dalam keajayaan selama 6 abad, hal yang menurut pemakalah adalah tergolong luar biasa.
Makalah ini berusaha memaparkan kembali sejarah peradaban islam masa turki usmani yang penuh dengan suasana politik, makalah ini akan berusaha menjelaskan bagaimana kerajaan turki usmani mampu menjadi kerajaan Islam yang paling hebat sepanjang masa, serta bagaimana pula kerajaan islam sebesar ini bisa runtuh dan akhirnya menjadi Republik Turki pada tahun 1924.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut perlu kiranya merumuskan masalah sebagai pijakan untuk terfokusnya kajian makalah ini. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut.:
B.     Siapa para khalifah Turki Usmani
C.     Bagaimana masa kemajuan Turki Usmani
D.    Bagaimana faktor kemunduran atau kehancuran Turki Usmani


C.    Metode Pemecahan Masalah
Metode pemecahan masalah yang dilakukan melalui studi literatur/metode kajian pustaka, yaitu dengan menggunakan beberapa referensi buku atau dari referensi lainnya yang merujuk pada permasalahan yang dibahas. Langkah-langkah pemecahan masalahnya dimulai dengan menentukan masalah yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah, melakukan langkah-langkah pengkajian masalah, penentuan tujuan dan sasaran, perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber, dan penyintesisan serta pengorganisasian jawaban permasalahan.

D.    Sitematika Penulisan Makalah

Makalah ini ditulis dalam tiga bagian, meliputi: Bab I, bagian pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah, perumusan masalah, metode pemecahan masalah, dan sistematika pnulisan makalah; Bab II, adalah pembahasan; Bab III, bagian penutup yang terdiri dari simpulan dan saran-saran.















BAB II
PEMBAHASAN

            Bangsa Turki Usmani berasal dari keluarga Qabay yaitu salah satu kabilah Al-Ghoz Al-Turki, orang turki yang suka berperang. Semula mereka tinggal didaerah Mongol dan daerah utara negeri China sampai ke pinggiran laut hitam. Mereka ini semacam suku badwi, yang mampu tinggal digurun sahara. Kemudian mereka membangun sebuah daulat Adwi yang kuat dibawah pimpinan yang bernama Tumin,yang dikenal di China, atau bahasa Turki dikenal dengan bumin yang meninggal sekitar tahun 552 M.
            Tumin memiliki saudara bernama Istami atau Syatami. Istami membangun daulat baru dibagain barat. Kemudian antara kedua daulat ini pernah terjadi kontak senjata, bahkan saling menaklukan, berawal pada 581 M sampai pada abad berikutnya. Akhirnya mereka pecah menjadi 9 suku dan mereka kembali hidup berkelompok seperti masa-masa sebelumya dan  9 suku itu disebut Al-Ghuz. Salah satu suku tersebut mengembara ke Turkistan dan disitulah mereka berkembang dan mengembalakan binatang ternaknya.
            Pada saat orang-orang mongol menyerang Turkistan, mereka mengembara ke Persia kemudian terus kedataran tinggi Asia Kecil untuk mencari perlindungan ditengah-tengah saudara mereka yang sedang berkuasa yaitu orang-orang Turki Saljuk ditengah perjalanan tepatnya diperbatasan Haib, pemimpin mereka yang terkenal yang bernama Sulaiman meninggal dunia. Kemudian timbul keraguan dari kaum tersebut apa mereka akan melanjutkan pengembaraannya atau kembali kenegara asal mereka. Akhirnya kelompok mereka terpecah menjadi 2 bagain, sebagain kembali ke negeri mereka sebagaian lagi melanjutkan lagi perjalanan mereka ke Anatolia dibawah pimpinan putra Sulaiman, Artogrol.
            Orang-orang Turki yang dipimpin oleh Artogrol berjumlah kurang lebih 50 ribu orang dibawah pimpinan Artogrol kemudian mereka mengadibikan diri kepada Sultan Alauddin II, yang kebetulan sedang berperang melawan Bizantium. Atas jasa mereka dalam membantu sultan untuk menghalau antara Bizantium, akhirnya sultan memberikan kepada mereka tempat bermukim di Sughyat sekitar 50 mil dari laut Marmura dan kurang lebih 10 mil dariEski Shahr. Dipemukiman baru itulah mereka tinggal dan membenahi tempat baru itu dengan mengambil kota Syukud sebagai ibu kotanya.
            Pada tahun 1258 m Arthogrol dikaruniai seorang putera bernama Usman. Ia dididik dan dilatih langsung oleh Arthogrol. Kemudian ia menjadi tulang punggung yang sangat terpercaya oleh Artogrol dalam menghadapi berbagai masalah terutama dibidang peperangan dan administrasi pemerintahan karena memang wilayah yang mereka tempati ini berbatasan dengan wilyah Bizantium.
            Orang-orang Turki ini mendapat perlindungan dari Sultan, semangat hidup mereka pun lebih baik daripada sebelumnya, mereka termotivasi untuk memajukan masa depan mereka sendiri. Keluarga Arthogrol dan wilayah Syugat inilah yang menjadi cikal bakal kerajaan Usmani pada masa berikutnya.
            Setelah memimpin kaumnya cukup lama, akhirnya Arthogrol meinggal pada tahun 1281 M dalam usia lebih dari 90 tahun. Kemudian Usman puteranya menggatikan dan naik tahta dan hal itu direstui oleh sultan Alauddin. Dalam menjalankan kepemimpinannya ia disenangi oleh sultan karena kebijaksanaannya dalam memerintah dan mengikuti sikap ayahnya hal ini menjadikan Usaman sebagai Gubernur kesultanan Saljuk yang banyak disenangi. Kemudian ia diberi keistimewaan dan gelar kehormatan.
            Sebuah peristiwa besar terjadi pada tahun 699 H / 1299 M, dimana tentara Mongol mampu mengalahkan kesultanan Saljuk. Pada tahun itu juga Sultan wafat tanpa meninggalkan putera untuk mewarisi kekuasaan. Kondisi itu dimanfaatkan oleh Usman untuk memproklamirkan kemerdekakaan wilayahnya dengan nama kesultanan Usmani yang diambil dari namanya sendiri. Dengan begitu para pembesar Saljuk dan para pejuang yang menantang Mongol datang membaiat dan mohon perlindungannya.Setelah itu tidak ada lagi pasukan Islam yang mengangkat senjata melawan Bizantium kecuali tentara Usmani. Ini merupakan masa-masa awal kebangkitan Turki Usmani.
            Ada beberapa faktor yang menyebabkan Usman dapat dengan mudah mendirikan kerajaannya dan berkembang memiliki wilayah kekuasaan yang luas serta kekuasaan politik yang kuat, yaitu :
1.      Secara geografis wilayah kekuasaan Usman itu berdekatan dengan perbatasan Bizantium, sehingga sering terjadi konfrontasi militer antara kedua kekuatan ini, yaitu kekuatan mukmin Ghazi dan kekuatan Kristen.
2.      Pada saat itu sesungguhnya telah tersedia sarana dan fasilitas pendukung bagi berdirinya sebuah kerajaan yang kokoh dan kuat.
3.      Pada saat itu Bizantium sedang mengalami instabilitas bidang politik yang membuatnya melemah dan merugikan sendiri.
4.      Dinasti Saljuk sendiri juga mulai melemah, tidak ada putra mahkota yang bisa melanjutkan kekuasaan.
B.     Masa Pemerintahan Turki Usmani
Karena masa pemerintahan Turki Usmani itu sangat lama yaitu dari tahun 1299-1924 M, maka masa Turki Usmani yang panjang itu akan dibagi menjadi 5 periode yaitu sebagai berikut :
1.      Periode I (1299-1402 M) yaitu dari masa Usman I sampai masa Bayazid I . Periode ini mencakup awal berdirinya  kerajaan Usmani, penaklukan-penaklukan pertama dan kekalahannya melawan Timur Lenk yang banyak menaklukan wilayah-wilayah islam.
2.      Periode II(1403-1566 M). Yaitu dari masa Muhammad I sampai pada masa Sulaiman I (al-Qanuni). Periode ini mencakup pembangunan kembali dan perkembangannya secara cepat sampai pada puncak kejayaannya. Pada periode inilah Turki Usmani mencapai masa keemasannya.
3.      Periode III (1566-1703 M).  Yaitu dari masa Sultan Salim II sampai pada masa Sultan Musthafa II. Periode ini ditandai dengan adanya penaklukan-penaklukan dan jatuhnya Hongaria kepada musuh.
4.      Periode IV (1703-1839 M). Dimulai dari masa Sultan Ahmad III sampai pada masa Sultan Mahmud II. Periode ini dikenal dengan masa kemunduran dan kelemahan yang ditandai dengan terjadinya perjanjian-perjanjian dengan raja-raja diluar Islam yang tidak menguntungkan pihak Turki Usmani.
5.      Periode V (1839-1922 M). Dimulai dari masa Sultan Abd. Al-Majid I sampai pada masa Muhammad VI. Periode ini ditandai dengan kebangkitan dari segi kebudayaan dan administrasi dengaan adanya pengaruh dari Barat.[1]
Kerajaan Usmani berkuasa sekitar 625 tahun (1299-1924 M). Tidak kurang dari 38-40 sultan yang memerintah dikerajaan tersebut. Khalifah diantaranya adalah sebagai berikut :
a)   Usman I  ibn Arthogrol (1299-1326 M)
b)   Sultan Urkhan (726-761 H / 1326-1359 M )
Ustman wafat tahun 1326 M, digantikan oleh puteranya bernama Urkhan yang melanjutkan siasat dari perjuangan-perjuangan ayahnya.
Ø  Usaha-usaha Urkhan dalam negeri :
1)      Sultan Urkhan mencurahkan perhatiannya untuk mengatur peraturan pemerintahan.
2)      Mendirikan pabrik mata uang.
3)      Membangun pasukan tentara yang teratur bernama Yanijrig (Yanissaries) yang artinya tentaara baru.
Ø  Usaha luar negri:
Ia mengirimkan pasukan tentara ke Byzatium,sehingga dapatmenaklukan Azmir (Smirna) tahun 1327 M. Thawasyanli (1330 M). Iskandar (1338 M), Ankara ( 1354 M ), dan Gallipoli (1356 M ). Daerah ini adalah bagian benua Eropa yang pertama kali diduduki kerajaan Utsmani.
c)      Sultan Murad I (761-789 H / 1359-1389 M )
sultan Murad I menggantikan ayahnya dalam ( Urkhan) dari tahun 1359 M. Selain memantapkan keamanan dalam negeri, ia melakuakn perluasan daerah kebenua Eropa. Ia dapat menaklukan Andrian Nopel (1263M). Yang kemudian yang dijadikannya sebagai ibukota yang baru
dengan jatuhnya Andrian Nopel, bangsa Turki Usmani dapat mengepung kerajaan Byzantium dari segala penjuru. Sehingga daerah ini menjadi daerah terpencil, tidak dapat berhubungan dengan kerajaan-kerjaan kristen lainnya di Eropa.pada saat itu pasukan Turki Usmani sedang menghadapi serangan dari bangsa-bangsa Slavia seperti sevia, Bulgaria dan kerjaan Hongaria yang bergabung menjadi satu. Dalam pertempuran di Kassawa tahun 1389 M. Tentara slavia kalah dan raja servia mati terbunuh. Maka bentuklah kerajaan servia dan bulgaria kepada turki utsmani.
d)     Sultan bayazid ( 1389-1403M)
Usahanya dalam negeri dia senantiasa mendidikkadar-kadar militan yang akan diserahi jabatan-jabatan tinggi dalam ketentaraan maupun dalam pemerintahan. Semasa pemerintahannya ia dapat menaklukan saloniki dan tanah semenanjung morea. Begitu juga usahanya di luar negeri Bayazid I berhasil membawa kemenangan pertempuran di nivopolis tahun 1396 M. Sultan bayazid mulai menyerang terhadap kerajaan hongaria serta mengepung kota konstatinopel. Pertempuran hebat terjadi pada tahun 1402 M di ankara.
e)      Sultan Muhammad  I (1403-1421 M)
Kekacauan takibat kekalahan bayazid I baru dapat diatasi oleh Sultan Muhammad I putera Bayazid yang bungsu,ia berusaha menyatukan daulat-daulatnya ,mengembalikan kekuatan dan kekuasaan sebagaimana semula. Ia juga mengadakan perjanjian damai dengan bizantium dan dengan Republik Venesia.
f)       Sultan Murad II (1421-1451 M)
Bangsa-bangsa servia,bulgaria,bosnia,albania,rumania,dan hongaria bersatu dibawah pimpinan Raja Hunyody dari Hongaria melawan pasukan turki utsmani. Dalam pertempuran ini pasukan turki mengalami kekalahan tahun 1422 M. Dan dilanjutkan lagi  padatahun 1443 M. Pasukan Turki terpaksa mundur dan sultan murad II meminta berdamai. Maka terjadilah perjanjian zegedin padatahunn 1444 M yang isinya :
Ø  Servia mendapat kemerdekaan kembali
Ø  Rumania bergabung dengan Hongaria
Ø  Diadakan gencatan senjata selama 10 tahun.
g)      Sultan Muhammad II (1451-1484)
Turki utsmani mencapai puncak kemajuannya pada masa Muhammad II beliau disebut Muhammad al-Fatih. Sultan al-Fatih mengalahkan byzantium dan menaklukan konstatinopel pada tahun 1453 M. Kemenangan ini  telah melepaskan umat islam dan telah menggairahkan dunia muslim. Dan membangkitkan kembali semangatnya. Harapan bangsa turki utsmani sebagai pemimpin-pemimpin yang membangkitkan islam kembali dan dapat  dipercaya untuk kepemimpinan dunia islam.
h)     Sultan Salim I (1512-1520 M)
Usahanya adalah mengalihkan perhatian ke arah Timur dengan menaklukan persia,syiria,dan dinasti mamalik di mesir. Sultan salim juga pernah meminta kepada khalifah abbasiyah di mesir agar menyerahkan kekhalifahan kepadanya, ketika ia menaklukan dinasti mamalik di sana.
i)       Sultan Sulaiman al-Qanuni (1520-1566 M)
Usahanya adalah melanjutkan usaha Sultan Salim I. Ia menyerahkan ekspansinya ke seluruh wilayah yang berada di sekitar turki utsmani. Sulaiman berhasil mennundukkan Irak, belgrado, pulau rodhes, tunis, budapest, dan yaman. Yang dihasilakan pemerintahan ini sebagai berikut:
1)      Bidang militer dan pemerintahan
Kekuatan militer kerajaan mulai diorganisasi dengan baik dan teratur pada masa pemerintahan Sultan Murad I. Tahap selanjutnya mengadakan perombakan dalam tubuh organisasi militer dalam bentuk mutasi personil dan perombakan dalam keanggotaan. Program ini ternyata berhasil dengan terbentuknya kelompok militer baru yang disebut jenissari dan inkisyariyah. Faktor utama yang mendorong kemajuan ini ialah tabiat bangsa turki sendiri yang bersifat militer, displin,dan patuh.
2)      Bidang ilmu pengetahuan dan budaya
Turki utsmani lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran,sementara dalam ilmu pengetahuan mereka tidak begitu kelihatan menonjol
3)      Bidang keagamaan
Masayarakat turki mempunyai golongan berdasarkan agama dan kerajaan sendiri sangat terikat pada  syari’at sehingga fatwa ulama menjadi hukum yang berlaku.[2]

C. Kemajuan - Kemajuan Yang Di Capai
1.      Bidang Politik dan Pemerintahan
Usaha-usaha yang dilakukan oleh kerajaan Turki Ustmani untuk  memajukan bidang politik dan pemerintahan ini antara lain yaitu:
a. Perluasan Wilayah Kekuasaan
Ekspansi di zaman Turki Ustmani sebenarnya sudah diawali oleh Sultan Usman I yang mendapat gelar Padisyah Aal Usman yang berarti Raja besar keluarga Usman sebagai pendiri sekaligus sultan pertama Turki Ustmani. Usaha ekspansi ini, setelah Sultan Usman I wafat dilanjutkan oleh sultan-sultan lainnya, antara lain Ourkhan I telah menaklukan kota Izmid (Nicomidia) pada tahun 723 H, Nikia, kota kedua terbesar setelah Konstantinopel tahun 731 H/1330 M, Kalipoti, (pantai Eropa) 756 H/1356 M, yang kemudian dijadikan sebagai benteng strategis bagi Turki Ustmani. Murad I menaklukan kota Ankara dan kota Philopolis. Usaha untuk memperluas wilayah kekuasaannya ini, terus dilanjutkan dan mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Muhammad II (al-Fatih) yang sukses menaklukan kota Konstantinopel pada tahun 1453 M yang merupakan ibu kota Byzantium atau Romawi Timur.
Pada saat Turki Ustmani dipimpin oleh Sultan Sulaiman al-Qanuni (1520-1566 M), cakupan wilayah kekuasaan Turki Ustmani cukup luas meliputi Asia Kecil, Armenia,Irak,Syiria,Hijaz, dan Yaman di Asia. Di benua Afrika meliputi Mesir, Libya, Tunisia dan Aljazair. Di benua Eropa meliputi Bulgaria,Yunani,Yugoslavia, Albania,Hongaria,dan Romania. Karena itu dimasa kejayaan Turki Ustmani, pemerintahannya memiliki di tiga benua, Asia,Afrika, dan Eropa.
b. Sistem Pemerintahan
pemerintahan Turki Ustmani mengikuti model sistem pergantian para sultan secara monarchi, yaitu pergantian kepemimpinan yang didasarkan atas garis keturunan.[3]Akan tetapi tidak harus putra pertama yang berhak menjadi penggantinya sultan. Ada kalanya putra kedua atau ketiga dan selanjutnya bahkan pada perkembangannya pergantian kekuasaan juga diserahkan kepada saudara sultan, bukan kepada anaknya.
Di dalam menjalankan roda pemerintahannya, Sultan/Khalifah dibantu oleh seseorang Mufti atat yang lebih dikenal Syaikhul-Islam (mewakili mengurusi Agama) dan  Shadrul-a’dham (mewakili kepala negara dalam urusan dunia),[4]
2.      Bidang Ketentaraan
Pemerintahan Turki Ustmani memanfaatkan kemampuan orang-orang dari Turkren dari timur yang direkrut menjadi Ghazi atau prajurit. Disamping mereka telah memiliki strategi militer yang memadai, juga memiliki semangat kesatria yang sangat menakjubkan yang kelak menjadi mesin perang Turki Ustmani yang luar biasa hebatnya.
Penguasa Turki Ustmani selanjutnya membangun militer yang tangguh dan menjadi prioritas utama. Demikian juga dibagian angkatan laut, Turki Ustmani melengkapi pasukan militernya dengan angkatan laut yang mampu menaklukan Konstantinopel.
3.      Bidang Ekonomi
Sejak dikuasainya Laut Hitam, Aegean dan Mediterania sebagai jalur perdagangan laut yang sangat strategis, terutama untuk jalur distribusi hasil produksi yang mereka kembangkan ke dunia luar. Terdapat sentra-sentra kota industri pada waktu itu yang muncul misalnya Mesir yang memproduksi kain sutera dan katun, Anatoli yang memproduksi bahan-bahan tekstil, dan sebagainya. Di samping itu mereka juga merupakan negara pertanian (agraris) yang subur dengan hasil buminya, seperti Syiria yang menghasilkan beras, sayuran, terigu, gula, dan buah-buahan. Hasil-hasil ini mereka pasarkan melalui Laut Hitam.
4.      Bidang Kebudayaan
Kemajuan pemerintahan Turki Usmani yang merambah sejumlah bidang, tidak meninggalkan pula kemajuan bidang kebudayaan. Masyarakat Turki Usmani merupakan masyarakat yang memiliki kebudayaan yang majemuk, ada perpaduan yang bermacam-macam kebudayaan asing seperti Persia, Byzantium, dan Arab. Misalnya tentang etika dan tata krama, mereka adopsi dari kebudayaan Persia, organisasi kemiliteran diserap dari kebudayaan Byzantium, dan prinsip-prinsip ekonomi, sosial kemasyarakatan, dan ilmu pengetahuan dari bangsa Arab, serta kebudayaan-kebudayaan bangsa lain yang telah dikuasainya. Karena itu kemajuan peradaban dan kebudayaan Turki Usmani merupakan bentuk asimilasi dari beberapa tradisi dan budaya sejumlah bangsa diatas.[5]
5.      Bidang Keagamaan
      Kehidupan keagamaan pada masyarakat turky utsmani mengalami kemajuan, termasuk dalam hal ini adalah kehidupan tarekat. Tarekat yang berkembang ialah tarekat bektasyi, dan tarekat maulawi. Kedua tarekat ini banyak dianut oleh kalangan sipil dan militer.tarekat bektasyi memiliki pengaruh yang sangat dominan dikalangan yeniseri,sehingga mereka sering disebut tentara bektasyi. Sementara tarekat maulawi mendapat dukungan dari para penguasa dalam mengimbangi yeniseri bektasyi.
      Kajian mengenai ilmu-ilmu keagamaan islam seperti fiqih,ilmu kalam, tafsir, dan hadis. Para penguasa lebih cenderung untuk menegakkan suatu paham(madzhab) keagamaan dan menegakkan madzhab lainnya. Sultan abdul hamid misalnya begitu fanatik terhadap aliran al-asyariyah. Ia merasa perlu mempertahankan aliran tersebut dari kritikan aliran lain. Sultan memerintahkan kepada syaikh husain al-jisr ath-tharablusi menulis kitab al-husun al-hamidiyah (benteng pertahanan abdul hamid), yang mengupas tentang masalah ilmu kalam, untuk melestarikan aliran yang dianutnya. Akibat kelesuan di bidang ilmu keagamaan dan fanatik yang berlebihan maka ijtihad tidak berkembang. Ulama hanya menulis buku dalam bbentuk syarat (penjelasan) dan hasyiyah (semacam catatan) terhadap karya-karya klasik. [6]
D. Kemundurnya Kerajaan Turki Utsmani
Banyak sekali faktor yang turut menyokong kemunduran Turki Utsmani. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1.                  Luasnya wilayah kekuasaan Utsmani. Tampaknya penguasa Turki hanya menuruti ambisi penaklukan, sementara penataan sistem dan tata pemerintahan terabaikan. Ketika imperium Utsmani sedang dalam kemerosotan, wilayah-wilayah perbatasan yang jauh dari pusat mudah direbut oleh pihak musuh atau berusaha melepaskan diri.
2.                  Pemberontakan Yennisary. Pada masa belakangan Yennisary tidak lagi menerapkan prinsip seleksi dan prestasi, namun keberadaannya telah didominasi oleh keturunan dan golongan tertentu. Tokoh-tokoh Yennisary terlibat perselisihan dengan pihak penguasa sehingga terjadi beberapa kali pemberontakan pada tahun 1525,1632,1727, dan 1826.
3.                  Penguasa yang tidak cakap. Generasi penguasa Utsmani sesudah Sulaiman al-Qanuni cenderung lemah semangat perjuangannya. Mereka terlibat pembunuhan demi ambisi jabatan. Kehidupan istana yang penuh kemewahan, musik dan sederetan perempuan penghibur serta minuman keras melalaikan mereka dari tugas dan tanggung jawab sebagai Khalifah dan melemahkan semangat perjuangan.
4.                  Merosotnya perekonomian negara akibat sejumlah peperangan, dimana sebagian peperangan tersebut pihak Turki mengalami kekalahan. Terlepasnya wilayah-wilayah kekuasaan Utsmani juga menimbulkan kemerosotan pendapatan negara. Sementara biaya militer dan biaya perang menguras cadangan perekonomian negara. Kemerosotan perekonomian menimbulkan dampak langsung terhadap menurunnya pertahanan militer Utsmani.
5.                  Stagnasi bidang ilmu dan teknologi. Kemajuan militer Turki Utsmani yang tidak diimbangi dengan ilmu dan teknologi. Sementara itu pihak Eropa berhasil mengembangkan teknologi persenjataan. Maka ketika terjadi kontak senjata, pihak Utsmani berkali-kali menderita kekalahan.
6.                  Tumbuhnya gerakan nasionalisme. Kekuasaan Turki atas sejumlah wilayah yang didudukinya bermula dari gerakan penyerbuan dan penaklukan. Sekalipun penguasa Turki telah berbuat sebaik mungkin terhadap masyarakat yang dikuasainya, namun kehadiran penguasa Utsmani tetap saja dipandang sebagai pihak asing. Pandangan ini pada akhirnya menimbulkan kesadaran kebangsaan yang melatar belakangi sejumlah diri dari kekuasaan Turki Utsmani. Gerakan kebangsaan ini tidak hanya berkembang diwilayah-wilayah barat, melainkan juga menggejala di wilayah-wilayah timur. Akibatnya satu persatu wilayah kekuasaan Utsmani lepas.[7]




BAB III
PENUTUP

A.      Simpulan

Berdasarkan uraian pada bagian pembahasan disimpulkan bahwa Lahirnya kerajaan turki Usmani adalah warisan kepemimpinan Erthrogul ke anaknya Usman.Kerajaan Turki Usmani muncul ketika Islam mengalami masa kemunduran ditandai dengan jatuhnya Abbasiyah di Baghdad. Namun, Turki Usmani dikatakan sebagai kerjaan yang paling berpengaruh dan membangkitkan peradaban Islam setelah kemunduran Islam. Kerajaan Turki Usmani berlangsung selama enam abad sekaligus menjadi kekuatan Islam paling besar kala itu.

B.       Saran-saran

Saran yang dapat kami samapaikan adalah Agar seluruh mahasiswa dan kaum muslimin mempelajari sejarah perjuangan umat Islam masa lalu agar memicu semangat ingin memajukan Islam,terus tingkatkan ilmu pengetahuan, karena kita sudah sangat tertinggal dengan bangsa Barat.Dan  tetaplah teguh dan bangga dengan ke islaman karena Islam memiliki sejarah yang sangat membanggakan.

 





Daftar Pustaka

 

Abdurrahman, D. (2003). Sejarah Peradaban Islam Dari Masa Klasik Hingga Modern. Yogyakarta: LESFI YOGYAKARTA.


Fu'adi, I. (2012). Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II. Yogyakarta: Penerbit Teras.


Munir, S. (2010). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Sinar Grafika Offset.


Syukur, F. (2012). Sejarah Peradaban Islam. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.







[1]Iman Fu’adi, Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, (Yogyakarta:Teras,2012), hlm. 165-172.
[2]Fatah Syukur, Sejarah Peradaban Islam, (Semarang:Pustaka Rizki Putra,2012), hlm. 134-138.

[3]Iman Fu’adi,Op.Cit., hlm. 180-184
[4] Dudung Abdurrahman, Sejarah Peradaban Islam Dari Masa Klasik Hingga Modern (Yogyakarta:LESFI YOGYAKARTA), hlm. 157
[5]Iman Fu’adi,Op.Cit., hlm. 185-191

[6] Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta:Sinar Grafika Offset,2010), hlm. 204-205
[7]Fatah Syukur NC,Op.Cit., hlm. 150-153


Share:

Follow Us

Recent Posts

BTemplates.com

[gigya src=”http://widgia.com/widgets/bleu_calendar/calendar.swf” quality=”high” width=”250″ height=”250″ ]