Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu : Ely Mufidah, M.S.I
oleh:
Kelompok 8
1. Lina Nur Fiqriyana (2317001)
2. Mukhammad Dayan
Nola (2317022)
3. Entin Dewi Aisyah (2317042)
4. Khilya Fudlah (2317043)
Kelas PGMI A
JURUSAN PGMI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PEKALONGAN
2017
Alhamdullilah,
puji syukur kehadirat Allah swt.
atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul“Dinasti Turki Ustmani” ini
dapat diselesaikan. Salawat dan salam senantiasa tercurah kepada sebaik-baik
manusia, Nabi Muhammad saw., keluarganya, dan sahabatnya. Makalah ini
menjelaskan tentang Sejarah Dinasti Turki Ustmani, khalifah , kemajuan, dan
kemunduran Dinasti Turki Utsmani.
Makalah
ini tentu tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu,
penulis dengan senang hati menerima saran dan kritik konstruktif dari pembaca
guna penyempurnaan penulisan makalah ini. Akhirnya, semoga makalah ini menambah
khasanah keilmuan dan bermanfaat bagi mahasiswa. Amin yaa robbal ‘alamin.
Pekalongan,20 september 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BABI PENDAHULUAN...................................................................... 1
A.
Latar Belakang Masalah........................................................ 1
B.
Rumusan Masalah................................................................. 2
C.
Metode Pemecahan Masalah................................................. 2
D.
Sitematika Penulisan
Makalah.............................................. 2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................ 3
A.
Sejarah
berdirinya Turki Usmani.......................................... 3
B.
Para Khalifah Turki
Ustmani................................................ 5
C.
Masa Kemajuan Turki
Ustmani............................................ 10
D.
Masa Kemunduran Turki
Ustmani........................................ 13
BABIII PENUTUP.................................................................................. 15
A.
Simpulan................................................................................ 15
B.
Saran-saran............................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 16
A.
Latar Belakang Masalah
Sejak kemunduran dan
berakhirnya era Abbasiyah, keadaan politik umat Islam mengalami kemajuan
kembali oleh tiga kerajaan besar: Turki Usmani di Turki, Mughal di India, dan
Safawi di Persia. Dari ketiganya, Turki Usmani adalah yang terbesar dan
terlama, dikenal juga dengan imperium islam. Dengan wilayahnya yang luas
membentang dari Afrika Utara, Jazirah Arab, Balkan hingga Asia Tengah, Turki
Usmani menyimpan keberagaman bangsa, budaya dan agama, Turki usmani mampu
berkuasa selama kurang lebih 6 abad berturut-turut. Tentunya hal ini membawa
kesan tersendiri bahwa kerajaan Turki Usmani mampu membawa masyarakat islam
dalam keajayaan selama 6 abad, hal yang menurut pemakalah adalah tergolong luar
biasa.
Makalah ini berusaha
memaparkan kembali sejarah peradaban islam masa turki usmani yang penuh dengan
suasana politik, makalah ini akan berusaha menjelaskan bagaimana kerajaan turki
usmani mampu menjadi kerajaan Islam yang paling hebat sepanjang masa, serta
bagaimana pula kerajaan islam sebesar ini bisa runtuh dan akhirnya menjadi Republik
Turki pada tahun 1924.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
tersebut perlu kiranya merumuskan masalah sebagai pijakan untuk terfokusnya
kajian makalah ini. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut.:
B.
Siapa
para khalifah Turki Usmani
C.
Bagaimana
masa kemajuan Turki Usmani
D.
Bagaimana
faktor kemunduran atau kehancuran Turki Usmani
C.
Metode Pemecahan Masalah
Metode pemecahan masalah
yang dilakukan melalui studi literatur/metode kajian pustaka, yaitu dengan menggunakan
beberapa referensi buku atau dari referensi lainnya yang merujuk pada
permasalahan yang dibahas. Langkah-langkah pemecahan masalahnya dimulai dengan
menentukan masalah yang akan dibahas
dengan melakukan perumusan masalah, melakukan langkah-langkah pengkajian
masalah, penentuan tujuan dan sasaran, perumusan jawaban permasalahan dari
berbagai sumber, dan penyintesisan serta pengorganisasian jawaban permasalahan.
D. Sitematika Penulisan Makalah
Makalah ini ditulis dalam
tiga bagian, meliputi: Bab I, bagian pendahuluan yang terdiri dari: latar
belakang masalah, perumusan masalah, metode pemecahan masalah, dan sistematika
pnulisan makalah; Bab II, adalah pembahasan; Bab III, bagian penutup yang
terdiri dari simpulan dan saran-saran.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Bangsa
Turki Usmani berasal dari keluarga Qabay yaitu salah satu kabilah Al-Ghoz
Al-Turki, orang turki yang suka berperang. Semula mereka tinggal didaerah
Mongol dan daerah utara negeri China sampai ke pinggiran laut hitam. Mereka ini
semacam suku badwi, yang mampu tinggal digurun sahara. Kemudian mereka
membangun sebuah daulat Adwi yang kuat dibawah pimpinan yang bernama Tumin,yang
dikenal di China, atau bahasa Turki dikenal dengan bumin yang meninggal sekitar
tahun 552 M.
Tumin
memiliki saudara bernama Istami atau Syatami. Istami membangun daulat baru
dibagain barat. Kemudian antara kedua daulat ini pernah terjadi kontak senjata,
bahkan saling menaklukan, berawal pada 581 M sampai pada abad berikutnya.
Akhirnya mereka pecah menjadi 9 suku dan mereka kembali hidup berkelompok
seperti masa-masa sebelumya dan 9 suku
itu disebut Al-Ghuz. Salah satu suku tersebut mengembara ke Turkistan dan
disitulah mereka berkembang dan mengembalakan binatang ternaknya.
Pada
saat orang-orang mongol menyerang Turkistan, mereka mengembara ke Persia
kemudian terus kedataran tinggi Asia Kecil untuk mencari perlindungan ditengah-tengah saudara
mereka yang sedang berkuasa yaitu orang-orang Turki Saljuk ditengah perjalanan
tepatnya diperbatasan Haib, pemimpin mereka yang terkenal yang bernama Sulaiman
meninggal dunia. Kemudian timbul keraguan dari kaum tersebut apa mereka akan
melanjutkan pengembaraannya atau kembali kenegara asal mereka. Akhirnya
kelompok mereka terpecah menjadi 2 bagain, sebagain kembali ke negeri mereka
sebagaian lagi melanjutkan lagi perjalanan mereka ke Anatolia dibawah pimpinan
putra Sulaiman, Artogrol.
Orang-orang
Turki yang dipimpin oleh Artogrol berjumlah kurang lebih 50 ribu orang dibawah
pimpinan Artogrol kemudian mereka mengadibikan
diri kepada Sultan Alauddin II, yang kebetulan sedang berperang melawan
Bizantium. Atas jasa mereka dalam membantu sultan untuk menghalau antara
Bizantium, akhirnya sultan memberikan kepada mereka tempat bermukim di Sughyat
sekitar 50 mil dari laut Marmura dan kurang lebih 10 mil dariEski Shahr. Dipemukiman baru itulah mereka tinggal dan
membenahi tempat baru itu dengan mengambil kota Syukud sebagai ibu kotanya.
Pada
tahun 1258 m Arthogrol dikaruniai seorang putera bernama Usman. Ia dididik dan
dilatih langsung oleh Arthogrol. Kemudian ia menjadi tulang punggung yang
sangat terpercaya oleh Artogrol dalam menghadapi berbagai masalah terutama
dibidang peperangan dan administrasi pemerintahan karena memang wilayah yang
mereka tempati ini
berbatasan dengan wilyah Bizantium.
Orang-orang
Turki ini mendapat perlindungan dari Sultan,
semangat hidup mereka pun lebih baik daripada sebelumnya, mereka termotivasi untuk memajukan masa depan
mereka sendiri. Keluarga Arthogrol dan wilayah Syugat inilah yang menjadi cikal
bakal kerajaan Usmani pada masa berikutnya.
Setelah
memimpin kaumnya cukup lama, akhirnya Arthogrol meinggal pada tahun 1281 M
dalam usia lebih dari 90 tahun. Kemudian Usman puteranya menggatikan dan naik
tahta dan hal itu direstui oleh sultan Alauddin. Dalam menjalankan kepemimpinannya
ia disenangi oleh sultan karena kebijaksanaannya dalam memerintah dan mengikuti
sikap ayahnya hal ini menjadikan Usaman sebagai Gubernur kesultanan Saljuk yang
banyak disenangi. Kemudian ia diberi keistimewaan dan gelar kehormatan.
Sebuah
peristiwa besar terjadi pada tahun 699 H / 1299 M, dimana tentara Mongol mampu
mengalahkan kesultanan Saljuk. Pada tahun itu juga Sultan wafat tanpa
meninggalkan putera untuk mewarisi kekuasaan. Kondisi itu dimanfaatkan oleh
Usman untuk memproklamirkan kemerdekakaan wilayahnya dengan nama kesultanan
Usmani yang diambil dari namanya sendiri. Dengan begitu para pembesar Saljuk
dan para pejuang
yang menantang Mongol datang membaiat dan mohon perlindungannya.Setelah itu
tidak ada lagi pasukan Islam yang mengangkat senjata melawan Bizantium kecuali
tentara Usmani. Ini merupakan masa-masa awal kebangkitan Turki Usmani.
Ada
beberapa faktor yang menyebabkan Usman dapat dengan mudah mendirikan
kerajaannya dan berkembang memiliki wilayah kekuasaan yang luas serta kekuasaan
politik yang kuat, yaitu :
1.
Secara
geografis wilayah kekuasaan Usman itu berdekatan dengan perbatasan Bizantium,
sehingga sering terjadi konfrontasi militer antara kedua kekuatan ini, yaitu
kekuatan mukmin Ghazi dan kekuatan Kristen.
2.
Pada
saat itu sesungguhnya telah tersedia sarana dan fasilitas pendukung bagi
berdirinya sebuah kerajaan yang kokoh dan kuat.
3.
Pada
saat itu Bizantium sedang mengalami instabilitas bidang politik yang membuatnya
melemah dan merugikan sendiri.
4.
Dinasti
Saljuk sendiri juga mulai melemah, tidak ada putra mahkota yang bisa
melanjutkan kekuasaan.
B.
Masa
Pemerintahan Turki Usmani
Karena
masa pemerintahan Turki Usmani itu sangat lama yaitu dari tahun 1299-1924 M,
maka masa Turki Usmani yang panjang itu akan dibagi menjadi 5 periode yaitu
sebagai berikut :
1.
Periode
I (1299-1402 M) yaitu dari masa Usman I sampai masa Bayazid I . Periode ini
mencakup awal berdirinya kerajaan
Usmani, penaklukan-penaklukan pertama dan kekalahannya melawan Timur Lenk yang
banyak menaklukan wilayah-wilayah islam.
2.
Periode
II(1403-1566 M). Yaitu dari masa Muhammad I sampai pada masa Sulaiman I
(al-Qanuni). Periode ini mencakup pembangunan kembali dan perkembangannya
secara cepat sampai pada puncak kejayaannya. Pada periode inilah Turki Usmani
mencapai masa keemasannya.
3.
Periode
III (1566-1703 M). Yaitu dari masa
Sultan Salim II sampai pada masa Sultan Musthafa II. Periode ini ditandai
dengan adanya penaklukan-penaklukan dan jatuhnya Hongaria kepada musuh.
4.
Periode
IV (1703-1839 M). Dimulai dari masa Sultan Ahmad III sampai pada masa Sultan
Mahmud II. Periode ini dikenal dengan masa kemunduran dan kelemahan yang
ditandai dengan terjadinya perjanjian-perjanjian dengan raja-raja diluar Islam yang tidak menguntungkan pihak Turki
Usmani.
5.
Periode
V (1839-1922 M). Dimulai dari masa Sultan Abd. Al-Majid I sampai pada masa
Muhammad VI. Periode ini ditandai dengan kebangkitan dari segi kebudayaan dan
administrasi dengaan adanya pengaruh dari Barat.[1]
Kerajaan
Usmani berkuasa sekitar 625 tahun (1299-1924 M). Tidak kurang dari 38-40 sultan
yang memerintah dikerajaan tersebut. Khalifah diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Usman
I ibn Arthogrol (1299-1326 M)
b) Sultan
Urkhan (726-761 H / 1326-1359 M )
Ustman wafat tahun 1326 M, digantikan oleh
puteranya bernama Urkhan yang melanjutkan siasat dari perjuangan-perjuangan
ayahnya.
Ø
Usaha-usaha
Urkhan dalam negeri :
1)
Sultan
Urkhan mencurahkan perhatiannya untuk mengatur peraturan pemerintahan.
2)
Mendirikan
pabrik mata uang.
3)
Membangun
pasukan tentara yang teratur bernama Yanijrig (Yanissaries) yang artinya
tentaara baru.
Ø
Usaha
luar negri:
Ia mengirimkan pasukan tentara ke
Byzatium,sehingga dapatmenaklukan Azmir (Smirna) tahun 1327 M. Thawasyanli
(1330 M). Iskandar (1338 M), Ankara ( 1354 M ), dan Gallipoli (1356 M ). Daerah
ini adalah bagian benua Eropa yang pertama kali diduduki kerajaan Utsmani.
c) Sultan
Murad I (761-789 H / 1359-1389 M )
sultan Murad I menggantikan ayahnya dalam (
Urkhan) dari tahun 1359 M. Selain memantapkan keamanan dalam negeri, ia
melakuakn perluasan daerah kebenua Eropa. Ia dapat menaklukan Andrian Nopel
(1263M). Yang kemudian yang dijadikannya sebagai ibukota yang baru
dengan jatuhnya Andrian Nopel, bangsa Turki
Usmani dapat mengepung kerajaan Byzantium dari segala penjuru. Sehingga daerah
ini menjadi daerah terpencil, tidak dapat berhubungan dengan kerajaan-kerjaan
kristen lainnya di Eropa.pada saat itu pasukan Turki Usmani sedang menghadapi
serangan dari bangsa-bangsa Slavia seperti sevia, Bulgaria dan kerjaan Hongaria
yang bergabung menjadi satu. Dalam pertempuran di Kassawa tahun 1389 M. Tentara
slavia kalah dan raja servia mati terbunuh. Maka bentuklah kerajaan servia dan
bulgaria kepada turki utsmani.
d) Sultan
bayazid ( 1389-1403M)
Usahanya dalam negeri dia senantiasa
mendidikkadar-kadar militan yang akan diserahi jabatan-jabatan tinggi dalam
ketentaraan maupun dalam pemerintahan. Semasa pemerintahannya ia dapat
menaklukan saloniki dan tanah semenanjung morea. Begitu juga usahanya di luar negeri Bayazid I
berhasil membawa kemenangan pertempuran di nivopolis tahun 1396 M. Sultan
bayazid mulai menyerang terhadap kerajaan hongaria serta mengepung kota
konstatinopel. Pertempuran hebat terjadi pada tahun 1402 M di ankara.
e)
Sultan Muhammad I
(1403-1421 M)
Kekacauan takibat
kekalahan bayazid I baru dapat diatasi oleh Sultan Muhammad I putera Bayazid
yang bungsu,ia berusaha menyatukan daulat-daulatnya ,mengembalikan kekuatan dan
kekuasaan sebagaimana semula. Ia juga mengadakan perjanjian damai dengan
bizantium dan dengan Republik Venesia.
f)
Sultan Murad II (1421-1451 M)
Bangsa-bangsa
servia,bulgaria,bosnia,albania,rumania,dan hongaria bersatu dibawah pimpinan
Raja Hunyody dari Hongaria melawan pasukan turki utsmani. Dalam pertempuran ini
pasukan turki mengalami kekalahan tahun 1422 M. Dan dilanjutkan lagi padatahun 1443 M. Pasukan Turki terpaksa
mundur dan sultan murad II meminta berdamai. Maka terjadilah perjanjian zegedin
padatahunn 1444 M yang isinya :
Ø
Servia mendapat kemerdekaan
kembali
Ø
Rumania bergabung dengan
Hongaria
Ø
Diadakan gencatan senjata
selama 10 tahun.
g)
Sultan Muhammad II (1451-1484)
Turki utsmani mencapai
puncak kemajuannya pada masa Muhammad II beliau disebut Muhammad al-Fatih.
Sultan al-Fatih mengalahkan byzantium dan menaklukan konstatinopel pada tahun
1453 M. Kemenangan ini telah melepaskan
umat islam dan telah menggairahkan dunia muslim. Dan membangkitkan kembali
semangatnya. Harapan bangsa turki utsmani sebagai pemimpin-pemimpin yang
membangkitkan islam kembali dan dapat
dipercaya untuk kepemimpinan dunia islam.
h) Sultan Salim I (1512-1520
M)
Usahanya adalah
mengalihkan perhatian ke arah Timur dengan menaklukan persia,syiria,dan dinasti
mamalik di mesir. Sultan salim juga pernah meminta kepada khalifah abbasiyah di
mesir agar menyerahkan kekhalifahan kepadanya, ketika ia menaklukan dinasti mamalik
di sana.
i)
Sultan Sulaiman al-Qanuni (1520-1566 M)
Usahanya adalah
melanjutkan usaha Sultan Salim I. Ia menyerahkan ekspansinya ke seluruh wilayah
yang berada di sekitar turki utsmani. Sulaiman berhasil mennundukkan Irak,
belgrado, pulau rodhes, tunis, budapest, dan yaman. Yang dihasilakan
pemerintahan ini sebagai berikut:
1)
Bidang militer dan
pemerintahan
Kekuatan militer kerajaan
mulai diorganisasi dengan baik dan teratur pada masa pemerintahan Sultan Murad
I. Tahap selanjutnya mengadakan perombakan dalam tubuh organisasi militer dalam
bentuk mutasi personil dan perombakan dalam keanggotaan. Program ini ternyata
berhasil dengan terbentuknya kelompok militer baru yang disebut jenissari dan
inkisyariyah. Faktor utama yang mendorong kemajuan ini ialah tabiat bangsa
turki sendiri yang bersifat militer, displin,dan patuh.
2)
Bidang ilmu pengetahuan
dan budaya
Turki utsmani lebih banyak
memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran,sementara dalam ilmu
pengetahuan mereka tidak begitu kelihatan menonjol
3)
Bidang keagamaan
Masayarakat turki
mempunyai golongan berdasarkan agama dan kerajaan sendiri sangat terikat
pada syari’at sehingga fatwa ulama
menjadi hukum yang berlaku.[2]
C. Kemajuan - Kemajuan
Yang Di Capai
1.
Bidang Politik dan
Pemerintahan
Usaha-usaha yang dilakukan oleh kerajaan Turki Ustmani
untuk memajukan bidang politik dan
pemerintahan ini antara lain yaitu:
a. Perluasan Wilayah
Kekuasaan
Ekspansi di zaman Turki
Ustmani sebenarnya sudah diawali oleh Sultan Usman I yang mendapat gelar
Padisyah Aal Usman yang berarti Raja besar keluarga Usman sebagai pendiri
sekaligus sultan pertama Turki Ustmani. Usaha ekspansi ini, setelah Sultan
Usman I wafat dilanjutkan oleh sultan-sultan lainnya, antara lain Ourkhan I
telah menaklukan kota Izmid (Nicomidia) pada tahun 723 H, Nikia, kota kedua
terbesar setelah Konstantinopel tahun 731 H/1330 M, Kalipoti, (pantai Eropa)
756 H/1356 M, yang kemudian dijadikan sebagai benteng strategis bagi Turki
Ustmani. Murad I menaklukan kota Ankara dan kota Philopolis. Usaha untuk
memperluas wilayah kekuasaannya ini, terus dilanjutkan dan mencapai puncak
kebesarannya pada masa pemerintahan Muhammad II (al-Fatih) yang sukses
menaklukan kota Konstantinopel pada tahun 1453 M yang merupakan ibu kota
Byzantium atau Romawi Timur.
Pada saat Turki Ustmani
dipimpin oleh Sultan Sulaiman al-Qanuni (1520-1566 M), cakupan wilayah
kekuasaan Turki Ustmani cukup luas meliputi Asia Kecil, Armenia,Irak,Syiria,Hijaz,
dan Yaman di Asia. Di benua Afrika meliputi Mesir, Libya, Tunisia dan Aljazair.
Di benua Eropa meliputi Bulgaria,Yunani,Yugoslavia, Albania,Hongaria,dan
Romania. Karena itu dimasa kejayaan Turki Ustmani, pemerintahannya memiliki di
tiga benua, Asia,Afrika, dan Eropa.
b. Sistem Pemerintahan
pemerintahan Turki Ustmani
mengikuti model sistem pergantian para sultan secara monarchi, yaitu pergantian
kepemimpinan yang didasarkan atas garis keturunan.[3]Akan tetapi tidak harus
putra pertama yang berhak menjadi penggantinya sultan. Ada kalanya putra kedua
atau ketiga dan selanjutnya bahkan pada perkembangannya pergantian kekuasaan
juga diserahkan kepada saudara sultan, bukan kepada anaknya.
Di dalam menjalankan roda
pemerintahannya, Sultan/Khalifah dibantu oleh seseorang Mufti atat yang
lebih dikenal Syaikhul-Islam (mewakili mengurusi Agama) dan Shadrul-a’dham (mewakili kepala negara
dalam urusan dunia),[4]
2.
Bidang Ketentaraan
Pemerintahan Turki Ustmani memanfaatkan kemampuan
orang-orang dari Turkren dari timur yang direkrut menjadi Ghazi atau prajurit.
Disamping mereka telah memiliki strategi militer yang memadai, juga memiliki
semangat kesatria yang sangat menakjubkan yang kelak menjadi mesin perang Turki
Ustmani yang luar biasa hebatnya.
Penguasa Turki Ustmani selanjutnya membangun militer yang
tangguh dan menjadi prioritas utama. Demikian juga dibagian angkatan laut,
Turki Ustmani melengkapi pasukan militernya dengan angkatan laut yang mampu
menaklukan Konstantinopel.
3.
Bidang Ekonomi
Sejak dikuasainya Laut
Hitam, Aegean dan Mediterania sebagai jalur perdagangan laut yang sangat
strategis, terutama untuk jalur distribusi hasil produksi yang mereka
kembangkan ke dunia luar. Terdapat sentra-sentra kota industri pada waktu itu
yang muncul misalnya Mesir yang memproduksi kain sutera dan katun, Anatoli yang
memproduksi bahan-bahan tekstil, dan sebagainya. Di samping itu mereka juga
merupakan negara pertanian (agraris) yang subur dengan hasil buminya, seperti
Syiria yang menghasilkan beras, sayuran, terigu, gula, dan buah-buahan.
Hasil-hasil ini mereka pasarkan melalui Laut Hitam.
4.
Bidang Kebudayaan
Kemajuan pemerintahan
Turki Usmani yang merambah sejumlah bidang, tidak meninggalkan pula kemajuan
bidang kebudayaan. Masyarakat Turki Usmani merupakan masyarakat yang memiliki
kebudayaan yang majemuk, ada perpaduan yang bermacam-macam kebudayaan asing
seperti Persia, Byzantium, dan Arab. Misalnya tentang etika dan tata krama,
mereka adopsi dari kebudayaan Persia, organisasi kemiliteran diserap dari
kebudayaan Byzantium, dan prinsip-prinsip ekonomi, sosial kemasyarakatan, dan
ilmu pengetahuan dari bangsa Arab, serta kebudayaan-kebudayaan bangsa lain yang
telah dikuasainya. Karena itu kemajuan peradaban dan kebudayaan Turki Usmani
merupakan bentuk asimilasi dari beberapa tradisi dan budaya sejumlah bangsa
diatas.[5]
5.
Bidang
Keagamaan
Kehidupan keagamaan pada masyarakat turky utsmani
mengalami kemajuan, termasuk dalam hal ini adalah kehidupan tarekat. Tarekat
yang berkembang ialah tarekat bektasyi, dan tarekat maulawi. Kedua tarekat ini
banyak dianut oleh kalangan sipil dan militer.tarekat bektasyi memiliki
pengaruh yang sangat dominan dikalangan yeniseri,sehingga mereka sering disebut
tentara bektasyi. Sementara
tarekat maulawi mendapat dukungan dari para penguasa dalam mengimbangi yeniseri
bektasyi.
Kajian mengenai ilmu-ilmu keagamaan islam
seperti fiqih,ilmu kalam, tafsir, dan hadis. Para penguasa lebih cenderung
untuk menegakkan suatu paham(madzhab) keagamaan dan menegakkan madzhab lainnya.
Sultan abdul hamid misalnya begitu fanatik terhadap aliran al-asyariyah. Ia
merasa perlu mempertahankan aliran tersebut dari kritikan aliran lain. Sultan
memerintahkan kepada syaikh husain al-jisr ath-tharablusi menulis kitab
al-husun al-hamidiyah (benteng pertahanan abdul hamid), yang mengupas tentang
masalah ilmu kalam, untuk melestarikan aliran yang dianutnya. Akibat kelesuan
di bidang ilmu keagamaan dan fanatik yang berlebihan maka ijtihad tidak
berkembang. Ulama hanya menulis buku dalam bbentuk syarat (penjelasan) dan
hasyiyah (semacam catatan) terhadap karya-karya klasik. [6]
D. Kemundurnya Kerajaan Turki Utsmani
Banyak sekali faktor yang turut menyokong kemunduran
Turki Utsmani. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Luasnya wilayah kekuasaan Utsmani. Tampaknya penguasa Turki
hanya menuruti ambisi penaklukan, sementara penataan sistem dan tata pemerintahan
terabaikan. Ketika imperium Utsmani sedang dalam kemerosotan, wilayah-wilayah
perbatasan yang jauh dari pusat mudah direbut oleh pihak musuh atau berusaha
melepaskan diri.
2.
Pemberontakan Yennisary. Pada masa belakangan
Yennisary tidak lagi menerapkan prinsip seleksi dan prestasi, namun
keberadaannya telah didominasi oleh keturunan dan golongan tertentu.
Tokoh-tokoh Yennisary terlibat perselisihan dengan pihak penguasa sehingga
terjadi beberapa kali pemberontakan pada tahun 1525,1632,1727, dan 1826.
3.
Penguasa yang tidak cakap. Generasi penguasa
Utsmani sesudah Sulaiman al-Qanuni cenderung lemah semangat perjuangannya.
Mereka terlibat pembunuhan demi ambisi jabatan. Kehidupan istana yang penuh
kemewahan, musik dan sederetan perempuan penghibur serta minuman keras
melalaikan mereka dari tugas dan tanggung jawab sebagai Khalifah dan melemahkan
semangat perjuangan.
4.
Merosotnya perekonomian negara akibat sejumlah
peperangan, dimana sebagian peperangan tersebut pihak Turki
mengalami kekalahan. Terlepasnya wilayah-wilayah kekuasaan Utsmani juga
menimbulkan kemerosotan pendapatan negara. Sementara biaya militer dan biaya
perang menguras cadangan perekonomian negara. Kemerosotan perekonomian
menimbulkan dampak langsung terhadap menurunnya pertahanan militer Utsmani.
5.
Stagnasi bidang ilmu dan teknologi. Kemajuan militer Turki
Utsmani yang tidak diimbangi dengan ilmu dan teknologi. Sementara itu pihak
Eropa berhasil mengembangkan teknologi persenjataan. Maka ketika terjadi kontak
senjata, pihak Utsmani berkali-kali menderita kekalahan.
6.
Tumbuhnya gerakan nasionalisme. Kekuasaan Turki atas
sejumlah wilayah yang didudukinya bermula dari gerakan penyerbuan dan
penaklukan. Sekalipun penguasa Turki telah berbuat sebaik mungkin terhadap
masyarakat yang dikuasainya, namun kehadiran penguasa Utsmani tetap saja
dipandang sebagai pihak asing. Pandangan ini pada akhirnya menimbulkan
kesadaran kebangsaan yang melatar belakangi sejumlah diri dari kekuasaan Turki
Utsmani. Gerakan kebangsaan ini tidak hanya berkembang diwilayah-wilayah barat,
melainkan juga menggejala di wilayah-wilayah timur. Akibatnya satu persatu
wilayah kekuasaan Utsmani lepas.[7]
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
Simpulan
Berdasarkan
uraian pada bagian pembahasan disimpulkan bahwa Lahirnya
kerajaan turki Usmani adalah warisan kepemimpinan Erthrogul ke anaknya
Usman.Kerajaan Turki Usmani muncul ketika Islam mengalami masa kemunduran
ditandai dengan jatuhnya Abbasiyah di Baghdad. Namun, Turki Usmani dikatakan
sebagai kerjaan yang paling berpengaruh dan membangkitkan peradaban Islam
setelah kemunduran Islam. Kerajaan Turki Usmani berlangsung selama enam abad
sekaligus menjadi kekuatan Islam paling besar kala itu.
B.
Saran-saran
Saran
yang dapat kami samapaikan adalah Agar seluruh mahasiswa dan kaum muslimin
mempelajari sejarah perjuangan umat Islam masa lalu agar memicu semangat ingin
memajukan Islam,terus tingkatkan ilmu pengetahuan, karena kita sudah sangat
tertinggal dengan bangsa Barat.Dan tetaplah teguh dan bangga dengan
ke islaman karena Islam memiliki sejarah yang sangat membanggakan.
Daftar Pustaka
Abdurrahman, D. (2003). Sejarah
Peradaban Islam Dari Masa Klasik Hingga Modern. Yogyakarta: LESFI
YOGYAKARTA.
Fu'adi, I. (2012). Sejarah Peradaban Islam
Dirasah Islamiyah II. Yogyakarta: Penerbit Teras.
Munir, S. (2010). Sejarah Peradaban Islam.
Jakarta: Sinar Grafika Offset.
Syukur, F. (2012). Sejarah Peradaban Islam.
Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.
[1]Iman Fu’adi,
Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, (Yogyakarta:Teras,2012), hlm.
165-172.
[2]Fatah Syukur, Sejarah
Peradaban Islam, (Semarang:Pustaka Rizki Putra,2012), hlm. 134-138.
[3]Iman Fu’adi,Op.Cit.,
hlm. 180-184
[4]
Dudung Abdurrahman, Sejarah Peradaban Islam Dari Masa Klasik Hingga Modern
(Yogyakarta:LESFI YOGYAKARTA), hlm. 157
[5]Iman Fu’adi,Op.Cit.,
hlm. 185-191
[6]
Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta:Sinar Grafika
Offset,2010), hlm. 204-205










